Prosedur proses tambal gigi di klinik gigi Surabaya membantu mengembalikan bentuk dan fungsi gigi yang berlubang agar tetap bisa dipakai mengunyah dengan nyaman. Tindakan ini umumnya cepat, relatif nyaman, dan disesuaikan dengan kondisi setiap pasien.
Tahapan Proses Tambal Gigi di Dokter Gigi
Secara umum, proses tambal gigi di klinik modern mengikuti alur yang mirip, meski detailnya bisa berbeda sesuai kondisi setiap orang. Berikut gambaran tahapan yang sering dilakukan dokter:
1. Konsultasi dan Pemeriksaan Awal
Pada tahap awal, dokter akan menanyakan keluhan, riwayat kesehatan, dan memeriksa kondisi gigi yang bermasalah. Pemeriksaan bisa dibantu foto rontgen untuk melihat seberapa dalam lubang dan apakah saraf gigi ikut terlibat.
Dari hasil pemeriksaan, dokter menentukan apakah tambal gigi saja sudah cukup untuk mengatasi keluhan atau perlu perawatan lain seperti perawatan akar gigi. Dokter juga menjelaskan jenis tambalan yang sesuai dan estimasi biayanya sebelum tindakan.
2. Pemberian Anestesi Lokal
Jika lubang cukup dalam atau gigi sensitif, dokter biasanya memberi anestesi lokal di gusi sekitar gigi yang akan ditambal. Obat bius membuat area tersebut mati rasa sehingga pasien tetap nyaman selama tindakan berlangsung.
Rasa kebas biasanya bertahan beberapa jam setelah tambal gigi selesai. Selama efek anestesi masih ada, pasien dianjurkan berhati-hati saat mengunyah agar tidak menggigit pipi atau lidah sendiri.
3. Pembersihan Gigi Berlubang
Setelah area mati rasa, dokter mulai membersihkan jaringan gigi yang rusak dengan alat khusus. Tujuannya untuk mengangkat bagian gigi yang terinfeksi bakteri dan sisa makanan agar tidak menimbulkan karies baru di bawah tambalan.
Tahap ini juga membentuk rongga gigi supaya bahan tambalan bisa melekat dengan stabil. Dokter akan memastikan tidak ada jaringan lunak yang tertinggal sebelum berlanjut ke pengisian tambalan.
Baca Juga: 9 Penyebab Gigi Berantakan dan Resikonya bagi Kesehatan Gigi
4. Pengisian Lubang dengan Bahan Tambal
Saat rongga sudah bersih, dokter mengisi lubang dengan bahan tambalan yang dipilih, misalnya resin komposit, amalgam, atau glass ionomer. Setiap bahan memiliki cara pengerasan dan teknik penempatan yang sedikit berbeda.
Pada tambalan resin komposit, bahan biasanya diletakkan bertahap lalu disinari lampu khusus agar mengeras. Dokter membentuk permukaan tambalan mengikuti kontur gigi supaya hasil proses tambal gigi terasa natural saat menggigit.
5. Penyesuaian Gigitan dan Pemolesan
Setelah bahan mengeras, dokter memeriksa apakah tinggi tambalan sudah pas dengan gigitan pasien. Jika terasa terlalu tinggi atau mengganjal, permukaan tambalan akan sedikit dikikis sampai nyaman.
Permukaan tambalan kemudian dipoles agar halus dan tidak mudah menahan plak. Tahap pemolesan juga membantu hasil tambal gigi terlihat lebih estetik, terutama pada gigi depan.
6. Edukasi Perawatan Setelah Tambal Gigi
Di akhir kunjungan, dokter memberi penjelasan cara merawat gigi yang baru ditambal. Umumnya pasien dianjurkan menghindari makanan terlalu keras di sisi gigi yang baru ditambal pada beberapa jam pertama.

Source: Freepik
Dengan mengikuti anjuran dokter dan kontrol rutin, tambalan bisa bertahan lama dan membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan.
Jenis-Jenis Tambal Gigi yang Umum Digunakan
Pemilihan jenis tambal gigi disesuaikan dengan lokasi gigi, kebutuhan estetik, kekuatan, dan budget pasien. Setiap bahan punya kelebihan dan kekurangan yang bisa didiskusikan bersama dokter.
1. Tambal Gigi Resin Komposit
Resin komposit adalah bahan tambalan berwarna putih yang bisa disesuaikan dengan warna gigi asli. Bahan ini banyak dipakai pada gigi depan karena hasilnya menyatu secara estetis.
Tambalan komposit menempel ke jaringan gigi dengan sistem adhesif sehingga relatif kuat jika dikerjakan dengan teknik yang tepat. Namun, daya tahannya bisa berkurang jika sering terkena tekanan kunyah yang sangat besar.
2. Tambal Gigi Glass Ionomer Cement (GIC)
Glass ionomer cement sering digunakan untuk gigi anak yang tidak menanggung tekanan kunyah besar. Bahan ini dapat melepaskan fluoride yang membantu melindungi gigi dari karies baru di sekitar tambalan.
Dari sisi estetik, warna GIC cukup mendekati warna gigi meski tidak sehalus resin komposit. Daya tahannya umumnya sedikit lebih rendah sehingga kadang dipakai sebagai tambalan sementara atau dasar sebelum tambalan lain.
3. Tambal Gigi Amalgam
Amalgam adalah bahan tambalan berbasis logam dengan warna perak. Bahan ini sudah lama digunakan dan dikenal kuat untuk gigi belakang yang menanggung tekanan kunyah besar.
Meski kuat, pertimbangan estetika sering membuat pasien lebih memilih bahan berwarna putih untuk gigi yang terlihat saat tersenyum. Di beberapa tempat, pemakaian amalgam juga mulai berkurang karena isu kandungan merkuri.
4. Tambal Gigi Porselen
Tambalan porselen biasanya dibuat di laboratorium gigi dan dipakai untuk kebutuhan estetik yang tinggi, misalnya inlay, onlay, atau veneer. Warna dan kilau porselen mendekati gigi alami sehingga tampak sangat rapi.
Daya tahan porselen umumnya baik, namun biaya proses tambal gigi dengan bahan ini cenderung lebih tinggi dibanding bahan lain. Pemasangannya sering perlu lebih dari satu kali kunjungan.
5. Tambal Gigi Sementara
Tambalan sementara digunakan saat gigi masih dalam tahap perawatan, misalnya setelah pembersihan saraf atau saat perlu observasi. Bahan yang dipakai biasanya lebih lunak dan mudah diganti.
Tujuan utamanya untuk menutup lubang sementara agar gigi tidak terasa ngilu dan tidak kemasukan makanan. Setelah kondisi stabil, tambalan sementara akan diganti tambalan permanen.
Apakah Tambal Gigi Sakit?
Sebagian besar prosedur tambal gigi tidak terasa sakit karena dokter biasanya memberikan anestesi lokal di area gigi yang dirawat. Pasien umumnya hanya merasakan tekanan atau getaran alat, sedangkan nyeri tajam jarang muncul.
Setelahnya, gigi bisa sedikit ngilu sementara, namun keluhan biasanya berkurang dalam beberapa hari dan perlu kontrol ulang jika nyeri tidak kunjung membaik.
Berapa Biaya Tambal Gigi di Surabaya?
Pada banyak klinik gigi dan rumah sakit, tambal gigi dengan kerusakan ringan biasanya dimulai dari sekitar 150 ribu sampai 300 ribu per gigi. Untuk kerusakan sedang, biayanya bisa berkisar 400 ribu sampai 600 ribu per gigi.
Jika lubang gigi cukup besar atau membutuhkan teknik dan bahan estetik tertentu, biaya bisa mencapai 700 ribu hingga sekitar 1 juta per gigi. Lalu tambalan estetik berbahan porselen pada gigi depan umumnya berada di kisaran lebih tinggi lagi.
Wujudkan Senyum Nyaman di Odonto Dental Care
Gigi yang berlubang sebaiknya tidak ditunda terlalu lama karena berisiko bertambah parah dan berujung pada perawatan yang lebih kompleks. Proses tambal gigi yang dilakukan sejak dini membantu menjaga fungsi kunyah, penampilan, dan kenyamanan saat makan.

Source: Freepik
Di Odonto Dental Care, dokter gigi siap membantu dari konsultasi hingga perawatan lanjutan sesuai kondisi dan kebutuhanmu. Untuk informasi layanan dan pilihan tindakan yang tersedia, kunjungi halaman perawatan Odonto Dental Care agar lebih mudah menyiapkan jadwal kunjungan. Yuk!