Penyebab gigi bungsu tumbuh berkaitan dengan perkembangan alami gigi permanen. Gigi bungsu merupakan geraham ketiga yang berada paling belakang. Gigi ini umumnya mulai muncul pada akhir masa remaja hingga awal usia dewasa. Namun, proses pertumbuhannya tidak selalu berjalan normal.
Jika gigi bungsu mulai terasa nyeri atau membuat gusi belakang membengkak, pemeriksaan di klinik gigi Surabaya dapat membantu mengetahui kondisinya. Posisi gigi perlu diperiksa karena gigi bungsu dapat tumbuh normal, hanya keluar sebagian, atau tetap terpendam di dalam gusi dan tulang rahang.
Kenapa Gigi Bungsu Bisa Tumbuh?
Gigi bungsu merupakan bagian dari susunan gigi permanen manusia. Istilah medisnya adalah molar ketiga. Gigi ini berada setelah geraham pertama dan geraham kedua serta menjadi kelompok gigi permanen terakhir yang tumbuh.
Gigi bungsu biasanya erupsi pada usia 17 sampai 35 tahun. Jumlahnya dapat berbeda pada setiap orang. Seseorang dapat memiliki empat gigi bungsu, hanya beberapa, bahkan tidak memilikinya sama sekali.
Jadi, penyebab gigi bungsu tumbuh bukan penyakit tertentu. Pertumbuhan tersebut merupakan bagian dari perkembangan gigi. Masalah dapat terjadi ketika ruang atau posisi gigi membuat molar ketiga tidak dapat keluar secara normal.
Faktor yang Membuat Pertumbuhan Gigi Bungsu Bermasalah
Tidak semua gigi bungsu menimbulkan keluhan. Sebagian dapat tumbuh penuh dan berada pada posisi yang sesuai. Namun, ruang rahang dan arah pertumbuhan menjadi dua faktor penting yang dapat membuat gigi bungsu mengalami impaksi.
1. Ruang Rahang Tidak Mencukupi
Gigi bungsu tumbuh setelah gigi permanen lainnya. Pada sebagian orang, rahang tidak menyediakan ruang yang cukup untuk molar ketiga. Kondisi tersebut dapat membuat gigi hanya keluar sebagian atau tetap terpendam di bawah gusi maupun tulang rahang.
2. Arah Pertumbuhan Gigi Tidak Tepat
Gigi bungsu tidak selalu tumbuh tegak mengikuti susunan gigi lainnya. Arah pertumbuhannya dapat miring ke depan, belakang, atau horizontal. Posisi tersebut dapat menghambat proses erupsi sehingga sebagian atau seluruh bagian gigi tetap mengalami impaksi.
Posisi Gigi Bungsu yang Mengalami Impaksi
Arah gigi menjadi salah satu aspek yang dinilai ketika memeriksa penyebab gigi bungsu tumbuh dengan keluhan. Pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk mengetahui posisi molar ketiga dan hubungannya dengan gigi serta jaringan di sekitarnya.
1. Mesioangular
Impaksi mesioangular terjadi ketika mahkota gigi bungsu miring ke depan menuju geraham kedua. Posisi ini dapat membuat gigi sulit erupsi dengan sempurna. Kedekatannya dengan geraham kedua perlu diperiksa untuk mengetahui kondisi kedua gigi dan jaringan sekitarnya.
2. Distoangular
Impaksi distoangular membuat gigi bungsu tumbuh miring menuju bagian belakang mulut. Arah tersebut berbeda dari susunan gigi normal. Letaknya yang sangat belakang dapat menyulitkan proses pembersihan sehingga kondisi gigi dan gusi di sekitarnya perlu diperhatikan.
3. Horizontal
Impaksi horizontal terjadi ketika gigi bungsu berada dalam posisi mendatar di dalam rahang. Mahkota dapat mengarah ke geraham kedua sehingga gigi tidak mampu keluar secara normal. Posisi dan kedalamannya dapat diketahui lebih jelas melalui pemeriksaan radiografi.
4. Vertikal
Gigi bungsu dengan impaksi vertikal tumbuh relatif tegak tetapi tetap tidak dapat keluar sepenuhnya. Kondisi ini dapat terjadi ketika ruang erupsi terbatas. Posisi yang terlihat lurus tidak selalu berarti gigi dapat tumbuh sempurna tanpa masalah.
Perbedaan Gigi Bungsu Normal dan Impaksi
Gigi bungsu yang tumbuh penuh, berada pada posisi tepat, sehat, dan dapat dibersihkan dengan baik tidak selalu membutuhkan pencabutan. Sebaliknya, impaksi terjadi ketika molar ketiga tidak berhasil keluar secara normal.
| Kondisi Gigi Bungsu | Gambaran |
| Erupsi normal | Gigi keluar penuh dan berada pada posisi yang sesuai |
| Impaksi sebagian | Hanya sebagian mahkota gigi muncul melalui gusi |
| Impaksi penuh | Gigi tetap berada di bawah gusi atau tulang rahang |
| Impaksi jaringan lunak | Gigi belum menembus jaringan gusi secara penuh |
| Impaksi tulang | Sebagian atau seluruh gigi masih berada dalam tulang rahang |
Gigi bungsu yang hanya keluar sebagian dapat menciptakan area yang lebih sulit dibersihkan. Sisa makanan dan plak dapat tertahan di sekitar gigi dan jaringan gusi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko peradangan maupun masalah pada gigi.
Tanda Pertumbuhan Gigi Bungsu Perlu Diperiksa
Gigi bungsu impaksi tidak selalu menimbulkan gejala. Keluhan dapat muncul ketika terjadi peradangan, infeksi, atau gangguan pada jaringan dan gigi di sekitarnya.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi
- nyeri pada rahang atau bagian belakang mulut
- gusi di sekitar geraham belakang merah atau membengkak
- gusi terasa sensitif atau mudah berdarah
- pembengkakan pada area rahang
- bau mulut yang menetap
- muncul rasa tidak enak di dalam mulut
- kesulitan membuka mulut secara penuh
Keluhan tersebut tidak otomatis memastikan adanya impaksi. Kondisi lain pada gigi dan gusi dapat menimbulkan gejala serupa. Pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan sebelum menentukan perawatan.
Bagaimana Dokter Memeriksa Gigi Bungsu
Gejala saja tidak cukup untuk menentukan posisi dan kondisi gigi bungsu. Dokter gigi dapat melakukan pemeriksaan langsung serta menggunakan pemeriksaan radiografi bila diperlukan untuk melihat bagian gigi yang tidak terlihat dari rongga mulut.

Source: Envato
1. Pemeriksaan Rongga Mulut
Dokter dapat memeriksa bagian belakang rongga mulut untuk melihat apakah gigi sudah erupsi penuh atau sebagian. Kondisi gusi, kebersihan area sekitar, pembengkakan, serta hubungan gigi bungsu dengan geraham di depannya dapat ikut dinilai.
2. Pemeriksaan Keluhan
Lokasi, lama, dan karakter nyeri dapat menjadi bagian dari pemeriksaan. Dokter juga dapat menilai adanya pembengkakan, keterbatasan membuka mulut, atau keluhan lain. Informasi tersebut membantu mengarahkan pemeriksaan, tetapi tidak menggantikan penilaian kondisi gigi secara langsung.
3. Pemeriksaan Radiografi
Radiografi gigi dapat membantu dokter melihat posisi gigi bungsu yang masih berada di bawah gusi atau tulang. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan arah pertumbuhan, kedalaman gigi, serta hubungannya dengan gigi dan struktur lain di area rahang.
Risiko Gigi Bungsu Impaksi
Tidak setiap gigi bungsu impaksi menimbulkan masalah. Namun, posisi yang sulit dibersihkan atau mengganggu jaringan di sekitarnya dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan gigi dan mulut.
1. Perikoronitis
Perikoronitis merupakan peradangan jaringan gusi di sekitar gigi yang hanya erupsi sebagian. Jaringan gusi dapat membentuk area tempat sisa makanan dan bakteri tertahan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, serta rasa tidak nyaman pada bagian belakang mulut.
2. Gigi Berlubang
Posisi gigi bungsu paling belakang membuat permukaannya lebih sulit dijangkau ketika menyikat gigi. Plak yang tidak dibersihkan dapat meningkatkan risiko karies. Risiko serupa dapat terjadi pada permukaan geraham kedua yang berdekatan dengan gigi bungsu.
3. Gangguan pada Geraham Kedua
Gigi bungsu yang tumbuh mengarah ke depan dapat berada sangat dekat dengan geraham kedua. Area pertemuan kedua gigi perlu diperiksa karena dapat sulit dibersihkan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan pada gigi maupun jaringan gusi.
4. Penyakit Gusi
Area di sekitar gigi bungsu yang erupsi sebagian dapat menyulitkan pembersihan plak. Jika kondisi tersebut berlangsung, jaringan gusi dapat mengalami gangguan. Pemeriksaan diperlukan ketika muncul kemerahan, pembengkakan, perdarahan, atau keluhan lain pada gusi belakang.
5. Kista
Kista dapat terbentuk di sekitar gigi bungsu yang masih berada di dalam rahang. Walaupun tidak terjadi pada semua kasus, pertumbuhannya dapat memengaruhi tulang dan jaringan sekitar. Kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan dokter untuk menentukan tindakan yang sesuai.
Apakah Gigi Bungsu yang Tumbuh Harus Dicabut
Tidak semua gigi bungsu harus dicabut. Gigi yang sehat, tumbuh penuh, berada pada posisi yang tepat, memiliki fungsi baik, dan dapat dibersihkan setiap hari dapat dipertahankan.
Pencabutan dapat dipertimbangkan ketika gigi bungsu menimbulkan nyeri, infeksi, karies yang tidak dapat dipulihkan, penyakit gusi, kista, atau kerusakan pada gigi di sekitarnya. Keputusan tindakan perlu didasarkan pada pemeriksaan dokter gigi.
Gigi bungsu impaksi yang tidak menimbulkan gejala juga tidak otomatis harus dicabut. Dokter dapat menilai posisi gigi, kondisi jaringan, risiko masalah di kemudian hari, serta keadaan kesehatan pasien sebelum menentukan apakah pemantauan atau tindakan diperlukan.
Odonto Dental Care untuk Pemeriksaan Kondisi Gigi
Setelah memahami penyebab gigi bungsu tumbuh, pemeriksaan dapat dilakukan ketika muncul nyeri, pembengkakan, atau keluhan pada geraham belakang. Kami menyediakan layanan perawatan gigi untuk membantu pasien mengetahui kondisi gigi sebelum menentukan tindakan yang sesuai.
Beberapa layanan dan fasilitas yang tersedia di Odonto Dental Care meliputi
- Pemeriksaan oleh dokter gigi: Perawatan ditangani oleh dokter gigi dengan pemeriksaan sebelum menentukan tindakan. Tahap ini diperlukan karena nyeri pada geraham belakang dapat berasal dari kondisi berbeda. Dokter akan menilai kondisi gigi dan keluhan pasien sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan perawatan.
- Peralatan pendukung perawatan: Kami menyediakan fasilitas dan peralatan untuk mendukung pemeriksaan serta tindakan perawatan gigi. Penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Jenis pemeriksaan maupun tindakan selanjutnya ditentukan berdasarkan kondisi gigi yang ditemukan setelah evaluasi oleh dokter.
- Layanan cabut gigi: Cabut gigi termasuk dalam pilihan perawatan yang tersedia. Gigi bungsu tidak langsung dicabut hanya karena sudah tumbuh atau mengalami impaksi. Dokter perlu mempertimbangkan posisi gigi, keluhan, kondisi jaringan sekitar, serta kebutuhan pasien sebelum menentukan tindakan.
- Berlokasi di Surabaya Barat: Odonto Dental Care berlokasi di Northwest Boulevard NV No.03/37, Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Surabaya. Lokasi tersebut dapat dikunjungi oleh pasien yang membutuhkan pemeriksaan maupun perawatan gigi di kawasan Surabaya Barat dan sekitarnya.
Keluhan pada gigi bungsu sebaiknya diperiksa untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Pemeriksaan membantu menentukan apakah gigi cukup dipantau atau membutuhkan tindakan berdasarkan kondisi pasien.
FAQ
Penyebab gigi bungsu tumbuh berkaitan dengan perkembangan alami gigi permanen. Gigi bungsu merupakan molar ketiga yang biasanya menjadi gigi permanen terakhir untuk erupsi.
Gigi bungsu dapat tumbuh miring karena arah perkembangannya dan ruang rahang yang tersedia. Jika ruang tidak cukup atau arah gigi tidak tepat, molar ketiga dapat mengalami impaksi.
Gigi bungsu dapat tumbuh miring karena arah perkembangannya dan ruang rahang yang tersedia. Jika ruang tidak cukup atau arah gigi tidak tepat, molar ketiga dapat mengalami impaksi.
Rasa tidak nyaman dapat muncul di area gigi bungsu. Namun, nyeri yang menetap, pembengkakan, gusi merah, bau mulut, atau kesulitan membuka mulut perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
Tidak. Jumlah gigi bungsu dapat berbeda pada setiap orang. Seseorang dapat memiliki empat gigi bungsu, hanya beberapa, atau tidak memilikinya sama sekali.
Periksa Kondisi Gigi Bungsu Sesuai Keluhannya
Memahami penyebab gigi bungsu tumbuh membantu membedakan perkembangan gigi alami dengan pertumbuhan yang mengalami hambatan. Nyeri, gusi membengkak, atau kesulitan membuka mulut memerlukan pemeriksaan karena gejala saja belum dapat memastikan posisi maupun kondisi gigi.

Source: Envato
Kami dapat membantu memeriksa kondisi gigi dan menentukan pilihan penanganan berdasarkan kebutuhan pasien. Lihat Perawatan Odonto Dental Care untuk mengetahui layanan yang tersedia dan menentukan perawatan gigi sesuai kondisi Anda.
Informasi kesehatan dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari dokter gigi.
Referensi
• Mayo Clinic — Impacted Wisdom Teeth
• Cleveland Clinic — Impacted Wisdom Teeth
• American Dental Association — Wisdom Teeth