Untuk senyum yang lebih rapi dan sehat, banyak orang memilih perawatan ortodonti seperti behel atau retainer. Namun, tidak sedikit yang masih bingung membedakan keduanya, padahal fungsinya cukup berbeda.
Bila kamu sedang mempertimbangkan perawatan gigi di klinik gigi Surabaya, memahami perbedaan behel dan retainer akan membantumu menentukan langkah yang paling tepat.
Perbedaan Behel dan Retainer, Mana yang Tepat Untuk Kamu?
Behel dan retainer memang sama-sama digunakan untuk memperbaiki posisi gigi. Meski begitu, keduanya memiliki fungsi, bahan, dan waktu penggunaan yang sangat berbeda.
1. Fungsi Behel dan Retainer
Behel berfungsi untuk menggerakkan gigi agar posisinya teratur sesuai dengan bentuk rahang. Biasanya, behel dipasang dalam waktu lama dan dilakukan di bawah pengawasan dokter gigi spesialis ortodonti.
Sedangkan retainer berfungsi mempertahankan posisi gigi setelah perawatan dengan behel selesai, supaya gigi tidak kembali bergeser ke posisi semula.
2. Jenis dan Bahan
Perbedaan behel dan retainer selanjutnya, di mana behel kini tersedia dalam berbagai jenis. Ada behel metal yang paling umum digunakan, behel ceramic dengan warna menyerupai gigi, hingga behel invisalign yang hampir tidak terlihat.
Retainer juga memiliki beberapa jenis, seperti retainer lepasan berbahan plastik transparan, retainer tetap yang menempel di bagian belakang gigi, hingga retainer kombinasi dari logam dan akrilik. Pemilihan jenis baik behel maupun retainer disesuaikan dengan kondisi gigi dan rekomendasi dokter.
3. Durasi Pemakaian
Perawatan behel biasanya memakan waktu 1 hingga 3 tahun tergantung pada tingkat kelainan posisi gigi. Retainer dipakai setelah behel dilepas, biasanya selama beberapa bulan hingga permanen, untuk menjaga hasil perawatan tetap stabil.
4. Biaya dan Perawatan
Behel memiliki biaya pemasangan yang lebih tinggi dibandingkan retainer karena prosesnya lebih panjang dan kompleks. Namun, keduanya memerlukan perawatan rutin agar kebersihan gigi tetap terjaga.
Selain itu, dokter biasanya menjadwalkan kontrol bulanan saat kamu menggunakan behel. Sementara untuk retainer, kontrol bisa dilakukan lebih jarang, misalnya setiap beberapa bulan sekali.
5. Kenyamanan Saat Digunakan
Perbedaan behel dan retainer, di mana behel membutuhkan waktu adaptasi karena ada tekanan pada gigi. Retainer umumnya lebih nyaman, terutama jenis yang bisa dilepas saat makan atau menyikat gigi. Kedua alat ini tetap memerlukan kedisiplinan dalam penggunaan agar hasil akhirnya maksimal.
Tips Merawat Behel dan Retainer
Behel dan retainer membutuhkan perhatian khusus agar tetap bersih, awet, dan berfungsi baik. Berikut cara perawatan yang direkomendasikan oleh dokter gigi Odonto Dental Care:

Source: Freepik
1. Rajin Membersihkan
Membersihkan behel dan retainer setiap hari adalah dasar dari perawatan yang sehat. Setelah makan, pastikan tidak ada sisa makanan yang menempel di sela-sela kawat atau sudut mulut. Gunakan sikat gigi berbulu lembut agar tidak merusak bracket atau perekat behel.
Sikat dengan gerakan memutar di setiap sisi gigi, terutama di sekitar kawat dan gusi. Untuk area yang sulit dijangkau, gunakan interdental brush atau benang gigi khusus ortodonti.
Untuk retainer lepasan, bersihkan menggunakan air hangat dan sikat lembut. Hindari air panas karena dapat merubah bentuk plastik retainer. Kamu juga dapat menggunakan sabun lembut khusus pembersih retainer, tetapi jangan gunakan pasta gigi biasa karena bahan abrasifnya bisa membuat retainer buram dan kasar.
2. Hindari Makanan Keras
Perbedaan behel dan retainer, di mana behel bersifat sensitif terhadap tekanan berlebihan, terutama dari makanan yang keras atau lengket. Hindari mengunyah kacang, permen keras, es batu, atau makanan berserat seperti jagung bakar yang bisa membuat bracket lepas dan kawat bengkok. Jika harus memakan buah keras seperti apel, potong kecil terlebih dahulu agar tidak memberikan tekanan berlebih pada behel.
Untuk retainer, terutama jenis lepasan, hindari menggigit benda keras seperti pensil atau kuku karena bisa mengubah bentuknya dan membuatnya tidak lagi pas di gigi. Bila retainer berubah bentuk, segera konsultasikan dengan dokter agar bisa diperbaiki.
3. Gunakan Obat Kumur
Kotoran dan bakteri sering menumpuk di area yang sulit dibersihkan saat memakai behel atau retainer. Setelah menyikat gigi, gunakan obat kumur antibakteri dengan kandungan fluoride untuk membantu memperkuat enamel dan mencegah penumpukan plak. Pilih obat kumur yang tidak mengandung alkohol agar lebih lembut di mulut.
Kebiasaan berkumur dua kali sehari, pagi dan malam, bisa membantu menjaga kesegaran nafas dan mencegah bau mulut yang sering muncul akibat sisa makanan di sela-sela kawat atau di permukaan retainer.
4. Kontrol Secara Berkala
Perawatan ortodonti memerlukan evaluasi rutin oleh dokter gigi. Selama memakai behel, kontrol biasanya dilakukan setiap 3–6 minggu untuk memantau pergerakan gigi dan penyetelan ulang kawat. Dengan kontrol rutin, dokter dapat mengetahui jika ada masalah seperti bracket longgar, luka di gusi, atau penumpukan karang.
Bagi pengguna retainer, kontrol mungkin dilakukan setiap beberapa bulan. Dokter akan memastikan retainer masih pas dan kondisi gigi tetap stabil setelah lepas behel. Pemeriksaan berkala juga penting untuk menjaga hasil perawatan jangka panjang agar gigi tidak kembali bergeser.
5. Simpan Retainer dengan Benar
Perbedaan behel dan retainer, di mana perawatan retainer tidak berhenti saat alat ini dilepas dari mulut. Jika kamu menggunakan retainer lepasan, simpanlah di wadah khusus dengan ventilasi udara untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Hindari meletakkannya sembarangan, terutama di atas meja tanpa pelindung, karena rentan terjatuh dan patah.
Jangan membungkus retainer dengan tisu karena mudah tidak sengaja terbuang. Selain itu, hindari menaruh retainer di tempat panas seperti dashboard mobil, karena suhu tinggi bisa merusak bentuk plastiknya. Menjaga kebersihan dan tempat penyimpanan retainer memastikan alat ini tetap awet dan higienis untuk digunakan setiap hari.
Mulai Senyum Percaya Diri Bersama Odonto Dental Care
Baik behel maupun retainer sama-sama memiliki tujuan menjaga kerapian dan kesehatan gigi. Perbedaan behel dan retainer terletak pada waktu pemakaian, fungsi, serta cara perawatannya.
Behel membantu merapikan gigi yang tidak sejajar, sementara retainer mempertahankan hasil dari perawatan tersebut.
Dengan perawatan dan kontrol rutin, keduanya bisa memberikan hasil akhir yang sempurna untuk senyum lebih percaya diri. Untuk kamu yang ingin mulai perawatan, konsultasikan dulu dengan dokter gigi profesional di perawatan Odonto Dental Care. Dapatkan rencana perawatan gigi yang sesuai kebutuhan dan tetap nyaman setiap hari.